
suarateras.com, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., mendadak mengecek proyek rehabilitasi Pasar Taman, Kamis, 10 September 2026. Ia datang setelah mendengar laporan tentang lambannya pekerjaan.
Di lapangan, Mimik menemukan progres rehabilitasi baru sekitar 25 persen. Pekerjaan saluran air bahkan masih nol persen. Padahal, perbaikan pagar pasar yang menjadi bagian dari paket pekerjaan itu semestinya rampung pada Agustus 2026.
Tak hanya lambat, kualitas sejumlah pekerjaan juga dipersoalkan. Mimik menemukan rehabilitasi pagar yang dinilainya jelek. Ia juga menemukan beberapa pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
“Di beberapa pekerjaan kita temukan pekerjaan yang tidak sesuai spek. Temuan-temuan ini nanti kita kaji lagi supaya ke depannya pekerjaan sesuai spek dan lebih baik,” kata Mimik.
Mimik menegaskan proyek yang menggunakan uang negara tidak boleh dikerjakan sembarangan.
“Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD terus dikerjakan seenaknya,” ujarnya.
Sidak dilakukan setelah Mimik mengikuti konsolidasi terkait paket pekerjaan rehabilitasi Pasar Taman di Kantor Unit Pasar Taman Sepanjang. Ia didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo Dr. Eni Rustianingsih, S.T., M.T., beserta jajaran; Camat Taman Ahmad Fauzi, S.STP., M.HP., beserta jajaran; serta unsur Polsek Taman, Koramil, dan Satpol PP.
Mimik meminta kontraktor mengejar ketertinggalan pekerjaan. Namun, percepatan, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan mutu maupun spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Ia bahkan membuka kemungkinan pemberian sanksi tegas, termasuk pemutusan kontrak, jika pelaksana tidak menunjukkan komitmen memenuhi kewajibannya.
“Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai, tidak komitmen, ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD, ini nanti juga kita laporkan ke bupati,” kata Mimik.
Persoalan pengawasan proyek ikut menjadi sorotan. Menurut Mimik, pihak pengawas telah melayangkan surat kepada pelaksana sebanyak empat kali. Namun, surat tersebut disebut tidak mendapatkan respons sebagaimana mestinya.
“Pengawas juga sudah bersurat empat kali tetapi tidak dihiraukan. Ini harus ada teguran. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih tegas lagi ke depannya,” ujarnya.
Mimik menyebut waktu pelaksanaan proyek tersisa kurang dari dua bulan. Target penyelesaian pekerjaan ditetapkan pada Oktober 2026. Karena itu, ia meminta kontraktor segera mempercepat pekerjaan sekaligus memenuhi seluruh target dan ketentuan dalam kontrak.
Ia memastikan rehabilitasi Pasar Taman akan diawasi langsung. Mimik berencana kembali mengecek perkembangan proyek tersebut.
“Sanksinya harus keras. Saya tidak main-main. Saya sendiri nanti yang mengawasi,” tegasnya.
Nilai keseluruhan paket rehabilitasi Pasar Taman disebut sekitar Rp1,6 miliar untuk beberapa pekerjaan.
Pemkab Sidoarjo selanjutnya akan mengkaji temuan di lapangan, mulai dari progres pekerjaan hingga dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis. Hasil kajian itu akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah terhadap pelaksana proyek. Hs


Komentar